Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Motor Listrik Nasional Jadi Senjata Kurangi Impor BBM

BPI Danantara mendorong Motor Listrik Nasional (Molinas) sebagai proyek strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor BBM dan membangun ekosistem industri kendaraan listrik dari hulu hingga hilir. Managing Director Industrialisasi Ardy Muawin menyatakan Molinas bukan hanya produksi motor listrik, tetapi ekosistem yang menghubungkan bahan baku, baterai, manufaktur, pembiayaan, hingga pasar. Dengan pendekatan resource driven, demand driven, dan strategic driven, Danantara ingin mengubah ekonomi dari penjualan sumber daya alam menjadi penguasaan industri dan teknologi. Pasar domestik 280 juta penduduk menjadi basis permintaan untuk substitusi impor. Elektrifikasi kendaraan juga bagian strategi ketahanan energi karena Indonesia masih bergantung pada impor BBM.

Pembentukan permintaan menjadi tantangan utama. Sekitar 70-80 persen pembeli motor menggunakan kredit, sementara pasar motor listrik bekas terbatas sehingga risiko pembiayaan lebih tinggi. Bunga pembiayaan motor mencapai 30-40 persen, jauh di atas 12 persen untuk mobil. Pemerintah perlu menjadi katalis melalui subsidi, regulasi, pengadaan, dan penggunaan armada motor listrik untuk pemerintah, layanan publik, serta logistik. Secara operasional, motor listrik dapat menghemat biaya pengemudi Rp 10.000-20.000 per hari atau sekitar Rp 500.000 per bulan.

Danantara mendorong infrastruktur pengisian dan penukaran baterai serta standardisasi baterai. Ekosistem memanfaatkan nikel, aluminium, baja, dan tanah jarang. PT Len Industri menjadi agregator konsorsium yang diarahkan memiliki desain dan kekayaan intelektual sendiri serta rantai pasok domestik, bukan hanya perakitan. Transisi ke kendaraan listrik tetap melibatkan industri mesin pembakaran internal agar dapat beradaptasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait