Mourinho Buka Kotak Pandora Ballon d'Or: Ada Unsur Politik di Balik Penghargaan Pemain Terbaik?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jose Mourinho, pelatih Real Madrid, membuka debat tentang Ballon d'Or dengan menyebut adanya unsur politik dalam proses penentuan pemenang. Ia menolak memberi penghargaan hanya karena pemain menang Liga Champions atau Piala Dunia, sebagaimiana kemenangan klub atau tim nasional tidak otomatis membuat pemain layak mendapatkannya. Mourinho menyoroti bahwa jika Liga Champions menjadi ukuran utama, maka Luis Enrique (PSG) atau Luis de la Fuente (Spanyol) lebih layak, bukan pemain individu. Ia mengkritik Ballon d'Or yang mungkin dipengaruhi politik dan menekankan standar yang lebih baik: pemain yang meninggalkan war besar dan merindukan setelah karier berakhir, seperti Maradona, Ronaldinho, Ronaldo, Messi, Zidane, dan Matthäus. Dalam konteks 2026, ia mendukung Kylian Mbappe sebagai pemain terbaik dunia di klubnya, meski harus bersaing dengan pemain dari PSG (juara Eropa) dan Spanyol (juara dunia).
Bagikan
Berita terkait
Siapa Penguasa TrofiBallon d'Or usaiEra Messi-Ronaldo?
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 06.37
Periode Kedua Mourinho di Real Madrid Berbuah Kemenangan usai Menundukkan Espanyol
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 17.19
Mourinho awali periode kedua di Madrid dengan kalahkan Espanyol 2-1
ANTARA News · 23 Agustus 2026 pukul 05.41
Mourinho Bongkar Alasan Real Madrid Gagal Dapat Rodri, Ternyata karena Ini
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 01.33