Mulai 2027, TKDN 60 Persen Bisa Mengubah Peta Persaingan Mobil China di RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Persaingan mobil China di Indonesia terbagi antara merek yang membangun pabrik sendiri, seperti BYD dan Wuling, dengan merek yang menggunakan skema maklon (perakitan pihak ketiga) untuk menguji pasar dengan biaya rendah. Strategi maklon saat ini mampu mencapai TKDN sekitar 40-46%, namun akan menghadapi tantangan besar saat pemerintah menaikkan ambang batas minimum TKDN menjadi 60% pada periode 2027-2029 sesuai Perpres No 79 Tahun 2023.
Peningkatan TKDN memerlukan investasi mendalam pada lokalisasi komponen bernilai tinggi, terutama sel dan pack baterai, serta proses manufaktur seperti stamping dan welding yang sulit dilakukan melalui fasilitas bersama. Hal ini akan menjadi mekanisme seleksi ekonomi; merek yang hanya mengandalkan perakitan sederhana akan kesulitan bersaing secara harga dan fiskal dibandingkan perusahaan yang berinvestasi penuh pada manufaktur lokal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 16.00
Produsen Mobil Listrik Ini Recall 183.000 Unit Kendaraan, Kenapa?
Berita terkait
Luhut ke China Bertemu Menlu Wang Yi Bahas Kelanjutan Whoosh dan Mobil Listrik
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 16.03
Mobil Listrik Terlaris di Indonesia hingga Agustus 2026, Bukan dari BYD
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 11.15
Rosan Ungkap Rencana TVS Tambah Investasi, Produksi Motor Berbahan Bakar Etanol
kumparan · 17 September 2026 pukul 19.00
Akankan Mobil Listrik Xiaomi Masuk Indonesia? Ini Jawabannya
Detik.com · 17 September 2026 pukul 16.45