Narasi dan tvOne Jadi Potret Dua Jalan Adopsi AI di Media Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini membahas buku 'The Handbook of Artificial Intelligence and Journalism' (2025) yang mengkaji bagaimana AI mengubah praktik jurnalistik secara global, termasuk di Indonesia. Bab khusus buku tersebut membandingkan adopsi AI di dua media Indonesia: Narasi dan tvOne. Narasi menerapkan pendekatan bottom-up yang lebih efektif namun menuntut kompetensi teknologi tinggi, sementara tvOne menggunakan pendekatan top-down yang lebih konservatif sehingga adopsinya cenderung simbolik. Temuan ini menunjukkan keberhasilan AI di ruang redaksi bukan soal membeli teknologi, melainkan bergantung pada kompetensi SDM, budaya eksperimentasi, dan integrasi ke dalam alur editorial.
Artikel juga menyoroti berbagai tantangan: AI unggul menghasilkan berita cepat dari data terstruktur, tetapi lemah pada berita yang butuh konteks, interpretasi, dan nuansa. Penelitian terhadap tvOne.ai bahkan menemukan kecenderungan framing tertentu pada konten AI, membuktikan algoritma tidak otomatis netral. Diperlukan human oversight dan algorithmic accountability agar kualitas jurnalistik terjaga. Perdebatan utama bergeser dari 'apakah AI menggantikan wartawan' menjadi 'wartawan macam apa yang bertahan' — yaitu mereka yang mampu investigasi, membangun jaringan sumber, dan menghasilkan interpretasi orisinal. AI juga memunculkan risiko banjir informasi dan penurunan kualitas jika investasi terhadap verifikasi serta liputan daerah justru berkurang.
Bagikan
Berita terkait
Ahok Kaget Pernah 'Diramal' oleh AI Soal Kesaksiannya Sebelum Sidang Korupsi
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 12.00
Datalabs Luncurkan Gemini Enterprise Xperience Center, Dorong Adopsi AI di Dunia Bisnis
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 10.15
Teknologi AI Bantu Deteksi Dini dan Personalisasi Perawatan Rambut Rontok
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 03.55
Pengguna Gemini Sudah Bisa Hapus Watermark, Begini Caranya
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 14.21