Negara Asia-Eropa Kekurangan Tenaga Kerja, Kemenperin Buka Peluang Lewat Program Vokasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejumlah negara di Asia dan Eropa Tengah mengalami kekurangan tenaga kerja produktif akibat penuaan populasi. Hal ini membuka peluang bagi lulusan SMK Indonesia untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di pasar internasional. Untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, Kemenperin meluncurkan program SMK Go Global yang mencakup pemetaan kebutuhan tenaga kerja, pelatihan, sertifikasi kompetensi, job matching, dan penempatan di negara tujuan seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, Malaysia, Singapura, Eropa, Turki, Taiwan, dan Maladewa. Kolaborasi antara Kemenperin melalui BPSDMI dan KP2MI menjamin proses penyelesaian mulai dari persiapan keterampilan hingga perlindungan pekerja migran secara legal dan aman. Program ini menekankan kualitas tenaga kerja Indonesia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar global, bukan hanya mengandalkan tenaga kerja dengan keahlian rendah.
Bagikan
Berita terkait
Siapkan Tenaga Kerja Kompeten, 1.280 Lulusan SMA-SMK-MA Jabar Diberi Pelatihan
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 15.41
Menteri Mukhtarudin Buka Kick Off SMK Go Global, Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Terampil
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 09.11
Kick Off SMK Go Global, Menteri P2MI: Peserta Dibekali Kompetensi Internasional
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 23.58
Menteri P2MI Pakai Jurus Ini Siapkan 500.000 Pekerja Migran Kompeten
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 20.35