Nekat Jual Barang Pribadi Demi Bengkel, Kini Berharta Rp 93 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9360234/original/082602000_1790601176-banner.webp)
Liang Wengen, lahir dari keluarga petani miskin di Hunan, China pada 1956, bertransformasi menjadi salah satu taipan paling berpengaruh di industri manufaktur global. Setelah lulus dari Central South University, ia mengundurkan diri dari pabrik peralatan militer dan bersama tiga kawan menjual barang pribadi untuk memulai bengkel bahan pengelasan di Lianyuan. Pada 1989, ia mendirikan Sany Group yang menghadirkan produk ekskavator, mesin pancang, pompa beton, dan turbin angin. Puncak kejayaan tercapai pada 2011 dengan kekayaan bersih US$ 11 miliar (Rp 197 triliun) menjadi orang terkaya di China. Meski kekayaannya fluktuasi, nilai bersihnya tetap sekitar US$ 4-5,2 miliar (Rp 93,6 triliun). Strategi akuisisi Putzmeister pada 2012 membuka jaringan internasional hingga produk Sany menembus lebih dari 100 negara.
Bagikan
Berita terkait
Putus Sekolah dan Terlilit Utang, Kini Jadi Raja Media Berharta Rp 100 Triliun
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 22.06
Indonesia Ternyata Punya 3.833 Orang Super Kaya, Bakal Naik 82%
Liputan6.com · 20 September 2026 pukul 19.00
Jakarta Diam-Diam Jadi 'Sarang' Triliuner Dunia, Kalahkan Tokyo hingga Los Angeles!
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 22.10
Berapa Harta Agar Disebut Orang Kaya? Ini Hasil Surveinya
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 21.00