Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

Nekat Jual Barang Pribadi Demi Bengkel, Kini Berharta Rp 93 Triliun

Liang Wengen, lahir dari keluarga petani miskin di Hunan, China pada 1956, bertransformasi menjadi salah satu taipan paling berpengaruh di industri manufaktur global. Setelah lulus dari Central South University, ia mengundurkan diri dari pabrik peralatan militer dan bersama tiga kawan menjual barang pribadi untuk memulai bengkel bahan pengelasan di Lianyuan. Pada 1989, ia mendirikan Sany Group yang menghadirkan produk ekskavator, mesin pancang, pompa beton, dan turbin angin. Puncak kejayaan tercapai pada 2011 dengan kekayaan bersih US$ 11 miliar (Rp 197 triliun) menjadi orang terkaya di China. Meski kekayaannya fluktuasi, nilai bersihnya tetap sekitar US$ 4-5,2 miliar (Rp 93,6 triliun). Strategi akuisisi Putzmeister pada 2012 membuka jaringan internasional hingga produk Sany menembus lebih dari 100 negara.

Berita terkait