Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

OECD: Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia Baru Seperlima Negara Maju

Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menilai produktivitas tenaga kerja Indonesia masih jauh di bawah rata-rata negara anggotanya, yakni hanya mencapai sekitar 20% dari rata-rata produktivitas tenaga kerja negara-negara OECD. Hal ini menjadi tantangan besar mengingat Indonesia tengah mengejar Visi Indonesia Emas 2045 dan ingin keluar dari jebakan pendapatan menengah. Kepala Kantor Perwakilan OECD di Jakarta, Massimo Geloso Grosso, menekankan pentingnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih banyak ditopak oleh produktivitas, terutama seiring penuaan penduduk dan penyempitan bonus demografi di masa depan.

Meskipun tingkat pengangguran Indonesia relatif moderat, pasar tenaga kerja masih menghadapi kerentanan, seperti tingginya angka pengangguran kaum muda yang mencapai sekitar 15%. Mayoritas pekerja juga masih berada di sektor informal dengan produktivitas rendah dan akses terbatas terhadap perlindungan sosial. Grosso menyampaikan pentingnya formalisasi tenaga kerja serta investasi yang lebih kuat dalam pendidikan dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Indonesia saat ini sedang dalam proses aksesi menjadi anggota penuh OECD, dengan 26 komite teknis OECD yang melakukan penilaian mendalam terhadap peraturan, kebijaman, dan praktik di Indonesia. Proses ini diharapkan dapat memperkuat reformasi struktural dan mendorong perekonomian menuju aktivitas bernilai tambah yang lebih tinggi.

Berita terkait