Operasional PLTA Batang Toru Rp 21 Triliun Dipercepat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PLTA Batang Toru dengan kapasitas 510 megawatt dipercepat pengoperasiannya pasca banjir yang merusak lima jalur transmisi pada November 2025. Wakil Menteri ESDM Yuliot mengunjungi proyek di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada 30 Juli 2026, untuk mendorong percepatan ini. Proyek senilai Rp 21,6 triliun ini penting untuk memperkuat pasokan listrik di Sumatera yang dianggap kritis.
Proyek ini sempat terhambat perizinan, namun sanksi administratif dicabut pada Maret 2026 melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup. Saat ini, administrasi dan uji teknis berjalan paralel, memerlukan genangan air untuk pengujian. PLTA berada di area 650 hektare, pembangunannya dimulai sejak September 2017.
Percepatan operasional juga mendukung target bauran energi baru terbarukan nasional yang saat ini 16-17%, dengan target mencapai 21% pada akhir 2026. Tanpa percepatan, target ini tidak akan tercapai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 10.19
Brantas Abipraya Catat Progres Pembangunan Pipa Gas Dusem Capai 32,3%
Berita terkait
Top 3: Bawang Merah Sentuh Rp 39.450 per Kg
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 07.00
Kisah Gatot Iskandar, Bocah 15 Tahun Jadi Kurir Kemerdekaan: Keliling Sumatera Sebarkan Kabar Proklamasi
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 06.15
Kemenhub Tingkatkan Pemantauan Infrastruktur Pelabuhan Usai Gempa NTT
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 22.44
Dukung Konektivitas Tanjung Priok, Pelindo Dorong Kolaborasi Integrasi Tol
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 18.26