Pangkas Rantai Pasok Lewat Koperasi Desa, Petani Bisa Untung Rp 263 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309257/original/005117100_1785222687-Menteri_Pertanian_Andi_Amran_Sulaiman-28_Juli_2026a.jpeg)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah memotong rantai pasok pertanian melalui Koperasi Desa Koperasi Merah Putih (KDKMP). Rantai pasok dipangkas dari delapan menjadi tiga mata rantai: petani ke koperasi, lalu koperasi langsung ke konsumen. Menurut Amran, pemotongan ini berpotensi memberikan keuntungan Rp 263 triliun bagi petani. Angka itu berasal dari total keuntungan tengkulak Rp 313 triliun yang dikurangi bagian koperasi Rp 50 triliun. Dengan skema ini, harga komoditas di tingkat petani naik, daya beli konsumen meningkat, dan uang berputar di desa sehingga menciptakan ekonomi kerakyatan. Selain itu, koperasi desa akan menyediakan pupuk dan menjadi tempat petani menjual gabah, menggantikan gudang Bulog yang jauh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 14.03
Mentan Sebut Petani Akan Nikmati Rp 263 T karena Kopdes, Kok Bisa?
Berita terkait
Prabowo Klaim Kopdes Bisa Pangkas Rp300 T Margin Tengkulak
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.55
Prabowo Janji Manfaat Kopdes Merah Putih Bisa Dirasakan 2027
Detik.com · 17 September 2026 pukul 12.44
Prabowo Beberkan Dampak Koperasi Desa Merah Putih
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 12.21
Dukung Koperasi Desa Merah Putih, AMPI Dorong Keterlibatan ASN dan Pengusaha
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 19.10