Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Pasokan Biomassa untuk Cofiring jadi Tantangan, PLN EPI Kembangkan Ekosistem Biodes

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengembangkan inovasi Biomassa dari Desa (Biodes) untuk mendukung pasokan biomassa yang berkelanjutan bagi program cofiring pembangkit listrik. Inovasi ini menggabungkan potensi biomassa desa, pertanian terpadu, pemberdayaan masyarakat, dan rantai pasok yang terintegrasi. Dengan pendekatan ini, desa tidak hanya menjadi sumber bahan baku, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem produksi yang melibatkan petani, BUMDes, pemasok, hingga pembangkit. Biodes ditujukan untuk memaksimalkan pemanfaatan limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, dan tanaman energi pada lahan kering atau marjinal.

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2022, pasokan biomassa berbasis limbah siap pakai memiliki keterbatasan volume dan keberlanjutan. Potensi biomassa limbah mencapai titik jenuh sekitar 2,4 juta ton, sementara masih ada kesenjangan pasokan sebesar 7,6 juta ton untuk memenuhi target cofiring dalam Rencana Usaha dan Investasi (RUPTL) 2025-2034. Untuk mengatasi hal ini, PLN EPI mengembangkan enam pendekatan utama: optimalisasi potensi biomassa desa, penanaman tanaman energi dengan pola tumpang sari, pengembangan rantai pasok berbasis spoke-hub, peningkatan kualitas dan kuantitas biomassa, digitalisasi berbasis marketplace, dan integrasi desa dengan industri.

Inovasi Biodes ini telah disampaikan oleh tim PLN EPI dalam sesi Knowledge Hub Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026. Dengan pengembangan ini, PLN EPI berupaya memastikan ketersediaan biomassa yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan dalam dukungan transisi energi nasional.

Berita terkait