PDIP ke Projo dan Jokowi: Katanya Acara Relawan, Kok Gak Disuruh Turun ke Daerah Bencana? Malah Ngomong Manuver Politik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Juru Bicara PDI Perjuangan Guntur Romli menyindir pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang meminta relawan peka terhadap kondisi sosial dan mengaitkan aksi demonstrasi dengan kemungkinan percepatan dinamika politik nasional sebelum 2029. Guntur menegaskan bahwa aksi masyarakat di jalan didorong oleh isu seperti korupsi, kenaikan harga hidup, dan ketimpangan keadilan, bukan untuk mendorong pergantian kekuasaan. Ia mempertanyakan mengapa relawan Projo tidak dikirim ke daerah terdampak bencana seperti NTT, melainkan hanya membahas manuver politik. Guntur juga menyoroti bahwa masyarakat sudah cukup lelah menghadapi berbagai krisis, sehingga aksi mereka sebaiknya tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik kelompok tertentu. Ia menegaskan bahwa roh aksi rakyat adalah untuk menuntut keadilan, bukan untuk mempercepat ambisi kekuasaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 26 Agustus 2026 pukul 16.32
Budi Arie Minta Maaf soal Pernyataan 'Lebih Cepat dari 2029', Tegaskan Berkaitan dengan Jokowi
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 14.27
Budi Arie sampaikan maaf soal polemik pernyataan "percepatan pemilu"
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 14.03
Budi Arie Buka Suara Usai Viral Ucapan Pemilu Dipercepat Sebelum 2029
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 00.11
Budi Arie Ungkit Potensi Percepatan Pemilu, Sekjen ProJo Bilang Begini
Berita terkait
Budi Arie Tak Lempar Isu Pemilu ke Jokowi, Siap Tanggung Jawab dan Terima Konsekuensi
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 16.37
Budi Arie Minta Maaf soal Video Viral Pemerintahan Prabowo Kelar Sebelum 2029, Siap Jalani Konsekuensinya
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 14.53
Ngomong Pergantian Pemerintahan Prabowo di Samping Jokowi, Anak Buah Kaesang Bilang Budi Arie Kurang Kerjaan
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 13.01
Projo Soal Video Viral Budi Arie Terkait Rezim Prabowo: Bukan Keyakinan, Hanya Paparan Kemungkinan
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 03.40