PDIP Punya Tiga Alasan Tolak Kebijakan Guru Wajib Cicip MBG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kader PDIP, Mohamad Guntur Romli, menolak kebijakan guru wajib cicip MBG karena tiga alasan. Pertama, kebijakan menambah beban kerja guru dan menimbulkan pertanyaan efektivitas pengawasan makanan serta kewenangan BGN. Kedua, pencicipan makanan sebelum diberikan siswa bukan kebijakan baru; sebelumnya diuji pada periode Nanik S Deyang, menyebabkan angka keracunan melonjak dari puluhan ribu menjadi puluhan ribu lagi selama setahun. Ketiga, tanggung jawab salah sasaran karena dapur sudah memiliki ahli gizi yang dilatih untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan sesuai juknis BGN. Guru tidak perlu ditugakannya sebagai pihak pemeriksa keamanan pangan tanpa pelatihan khusus. Terakhir, PDIP mempertanyakan dasar kewenangan Kemendikdasmen memberi tugas tambahan kepada guru tanpa aturan yang jelas.
Bagikan
Berita terkait
PDIP Heran Guru Malah Diwajibkan Cicip MBG: Apa Gunanya Ahli Gizi di SPPG?
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 10.34
Guru Protes Disuruh Cium Makanan MBG Seperti Anjing Pelacak, BGN Akhirnya Buka Suara
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 16.48
BGN Bantah Minta Guru Endus Makanan MBG Sebelum Dibagikan
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 14.28
BGN Hentikan Permanen 4 SPPG Indisipliner, 10.112 Penerima Manfaat Dialihkan
kumparan · 23 September 2026 pukul 23.26