Pelatihan Militer untuk Sipil Dinilai Sudah Tidak Relevan Lagi di Era Teknologi dan Inovasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kasus meninggalnya seorang siswa Komcad ASN di Pusdikkes Puskesad akibat jatuh saat gladi penutupan memicu kritik terhadap kebijakan wajib pelatihan militer bagi ASN. Peneliti militer senior Made Supriatma menyatakan kebijakan ini tidak relevan di era teknologi dan inovasi, menekankan pertahanan modern lebih bergantung pada teknologi, pemrograman, dan berpikir kritis ketimbang kekuatan fisik. Ia mempertanyakan logisnya memaksa wajib militer bagi pegawai negeri ketika sudah ada sejuta tentara, setengah juta polisi, dan jutaan paramiliter di Indonesia. Menurutnya, pendekatan militeristik membatasi bakat anak muda dan membunuh potensi inovasi yang seharusnya dikembangkan di sektor sipil untuk mendorong ekonomi dan pembayaran pajak. Made juga menyoroti bahaya disiplin kadaver dan pengabdian tanpa kritis yang diterapkan kepada masyarakat sipil, serta mendesak penghentian pelatihan militer wajib yang dinilai tidak esensial dan berpotensi menelan korban jiwa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 11.00
BRI Life Terus Kembangkan Teknologi Pelayanan Nasabah
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 12.14
Xizhe Disebut-sebut sebagai Elon Musk Masa Depan dari China
Berita terkait
Kata Bos Samsung Soal Galaxy S26 FE: Teknologi Canggih Harus Bisa Dirasakan Banyak Orang
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 15.00
Hadapi Perubahan Iklim, Syngenta Indonesia Pacu Inovasi Tani
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 21.02
Perbaiki Kinerja Birokrasi, Menteri Imipas Minta Jajarannya Berinovasi
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 20.29
Nawadata Perkuat Inovasi dan Kapabilitas, Bidik Ekspansi ke Pasar Global
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 13.02