Pemerintah Belum Bayar Utang Subsidi BBM-LPG Rp 166,84 Triliun ke Pertamina
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1171885/original/028118200_1458037827-20160315-Hari-ini-BBM-turun-Rp-200-Angga-3.jpg)
Pemerintah belum membayar utang subsidi BBM-LPG senilai Rp 166,84 triliun ke Pertamina per Agustus 2026. Utang ini terdiri dari piutang subsidi BBM jenis tertentu (JBT) dan LPG 3 kg serta kompensasi jenis BBM khusus penugasan (JBKP). Dari Januari-Agustus 2026, Pertamina telah menyalurkan subsidi senilai Rp 236,98 triliun, namun Kemenkeu baru membayar Rp 142,53 triliun hingga 6 Agustus 2026. Penyaluran mencakup 11,18 juta KL BBM biosolar, 16,54 juta KL Pertalite, serta 300 ribu KL minyak tanah, dan LPG subsidi 3 kg mencapai 5,05 juta MT. Konsumsi LPG subsidi 3 kg terus meningkat, dengan prognosa 8,67 juta MT atau 108,46% dari kuota APBN 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 19.52
Desil 9 dan 10 Dibatasi Beli Pertalite, Pertamina Tunggu Arahan Presiden
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 19.00
Mekeng Dilantik Jadi Ketua Komisi XII DPR, Siap Kawal Ketahanan Energi
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 18.45
PHR Resmikan Fasilitas EPF Libo GS di Kabupaten Siak
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 17.56
Elnusa Perkuat Rekam Jejak Keunggulan Operasional di Bisnis Hulu Lewat Keberhasilan Ini
Berita terkait
Resmi, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 15 Agustus
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 11.33
Soal Rencana Pembatasan Pertalite, Bahlil: Biar Subsidi Tepat Sasaran
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 18.40
Daftar Harga LPG 3 Kg, 5,5 dan 12 Kg di Agen Resmi per 6 Agustus 2026
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 08.25
Realisasi BBM Subsidi Berpotensi Lampaui Kuota, Solar Diprognosa Jebol 9,4%
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 17.20