Pemerintah siapkan dana siap pakai Rp5 triliun untuk tangani bencana
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah menyiapkan dana siap pakai sebesar Rp5 triliun untuk menangani bencana di seluruh Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan dana tersebut selalu siaga dan dapat ditambah sesuai kebutuhan yang diajukan BNPB. Selain itu, BNPB juga memiliki cadangan dana siap pakai sebesar Rp500 miliar untuk mendukung penanganan darurat di lapangan.
Gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA, menyebabkan 54 orang tewas, 199 orang luka, dan 9.963 orang mengungsi. BNPB mencatat 2.403 rumah rusak, termasuk 1.543 rumah rusak berat, 328 rusak sedang, dan 532 rusak ringan. Selain itu, 22 fasilitas pendidikan dan 211 fasilitas kesehatan termasuk 21 rumah sakit dan 190 puskesmas terdampat.
Gempa juga menyebabkan kerusakan pada 1 gudang Perum Bulog, 42 fasilitas umum, 65 rumah ibadah, 105 kantor, 18 fasilitas irigasi, dan 34 titik jalan. Pemerintah menekankan komitmennya untuk memastikan aspek pembiayaan tidak menjadi hambatan dalam penanganan bencana, dengan SOP yang dirancang responsif dan cepat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 01.20
Sejumlah Menteri Peringati HUT ke-81 RI Bersama Warga Terdampak Gempa NTT
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 15.16
BNPB Bangun 2 Posko Penanganan Gempa NTT: di Labuan Bajo dan Maumere
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 14.46
BNPB: Gempa Susulan Usai 7,7 M di NTT Capai 731 Kali, Terbesar 6,2 M
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 11.43
Menhan Sjafrie Tinjau Bencana Gempa NTT, Bawa 20 Ton Bantuan
Berita terkait
Gempa M 7,7 NTT: Peringatan Tsunami Dicabut, BNPB Minta Masyarakat Tetap Menjauhi Pantai
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 10.18
Pram: Donasi ASN DKI untuk Gempa NTT Rp 3,8 M, dari CSR BUMD Sedang Dikumpulkan
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 11.17
Bantuan Beras Disalurkan untuk Korban Gempa NTT Tembus Rp 100 M
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 11.10
Menhub Jamin Kelancaran Transportasi di Daerah Terdampak Bencana
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 11.02