Pemerintah Targetkan 200 Juta Penduduk Buka Rekening Bank Pakai NIK, Ini Penjelasan Airlangga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah menyiapkan kebijakan wajib buka rekening bank bagi warga usia 17 tahun ke atas untuk meningkatkan inklusi keuangan dan mempermudah distribusi bantuan sosial. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ini tidak mengecualikan kelompok tertentu dan ditujukan untuk seluruh penduduk, termasuk yang belum terjangkau layanan perbankan. Target pemerintah adalah mencapai 200 juta rekening bank, namun belum ditetapkan timeline pelaksanaannya secara spesifik.
Mekanisme pembuatan rekening akan dilakukan secara digital dan terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui kolaborasi dengan Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Proses pendaftaran tidak memerlukan kehadiran langsung di kantor cabang bank, melainkan dilakukan melalui aplikasi khusus yang sedang dikembangkan oleh BRI dan BSI. Pemerintah masih dalam tahap koordinasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri untuk menyelesaikan aspek hukum dan teknis pelaksanaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 8 September 2026 pukul 19.08
Penerima Bansos Bakal Dibuatkan Rekening Bank
kumparan · 8 September 2026 pukul 18.45
BSI Siap Jalankan Amanah Presiden Prabowo Jadi Bank Penyedia Rekening Masyarakat
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 11.31
Alasan Prabowo Ingin Penduduk RI Punya Rekening Koran di Bank
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 22.00
Prabowo Perintahkan Himbara Buatkan Rekening untuk Semua Warga RI
Berita terkait
Siap-siap! Usia 18 Tahun Otomatis Dibuatkan Rekening Bank, Menkeu: Agar Bansos Tepat Sasaran
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 03.00
Warga RI Wajib Punya Rekening, Prabowo Perintahkan BRI dan BSI Menyiapkan
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 15.48
Prabowo Perintahkan Seluruh Warga Punya Rekening BRI-BSI, Alasannya...
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 10.25
Prabowo Minta Semua Warga RI Punya Rekening Bank, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 20.55