Pemimpin Bukan yang Tahu Segalanya, tetapi yang Mau Mendengar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini menekankan pentingnya kehadiran seorang pemimpin yang rendah hati dan selalu mendengar. CEO Kraft Heinz, Steve Cahillane, mempraktikkan kebiasaan mulia dengan mulai hari dengan secangkir kopi, peregangan, dan berlari sebelum pukul tujuh pagi. Namun, tantangan kepemimpinan terbesar bukan sekadar menjaga kesehatan fisik, melainkan tetap mendengar suara karyawan meskipun informasi menyebar ke level tinggi. Kehadiran 'employee silence' membuat ruang rapat yang tenang tidak selalu menandakan keadaan baik. Cahillane berusaha tetap accessible, terutama dalam menyikapi isu keselamatan kerja, sebagai kewajiban moral untuk memastikan karyawan dapat kembali ke rumah dengan sehat. Metode pelatihan yang dipakai Cahillane mengingat: pemimpin bukan yang berlari menggantikan atlet, melainkan yang mengamati, mendengar, dan membantu menemukan langkah sendiri.
Bagikan
Berita terkait
Kapolri Dorong Polwan Duduki Jabatan Strategis, Pengamat: Ini Transformasi Kepemimpinan
JawaPos · 24 September 2026 pukul 16.15
Transisi Kepemimpinan Menandai Babak Baru Pertumbuhan DOKU
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 12.02
Kepala LEMIGAS Singgung Kontribusi Alumni dalam Reuni PPI di Kairo
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 00.21
AHY: Pemimpin Sejati Tak Hanya Pikirkan Legacy, tapi Siapkan Next Generation
Detik.com · 23 September 2026 pukul 22.46