Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Pendapatan Telkom Tembus Rp75,9 Triliun di Semester I 2026, Laba Bersih Naik jadi Rp10,6 Triliun

PT Telkom Indonesia mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun pada Semester I 2026, naik 3,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih perseroan mencapai Rp10,6 triliun, sementara EBITDA tumbuh 3,8 persen menjadi Rp37,5 triliun dengan margin 49,4 persen. Jika dihitung secara ternormalisasi, laba bersih mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2 persen YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh perbaikan monetisasi bisnis seluler dan disiplin operasional di lingkungan TelkomGroup.

Untuk memperkuat kinerja, Telkom menerapkan transformasi melalui empat pilar strategis TLKM 30, termasuk operational & service excellence, streamlining, unlocking value, dan modus-operandi shift. Langkah konkretnya meliputi delayering bisnis menjadi lima segmen: B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International, dan Others & Ancillary. Transformasi ini mendukung transisi menuju model Strategic Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo) yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada penciptaan nilai.

Di sisi lain, Telkom menguatkan infrastruktur digital melalui bisnis data center. Pendapatan NeutraDC mencapai Rp867 miliar dengan pertumbuhan 11 persen, dan kapasitas efektif total mencapai 49,9 MW. Telkom juga mempersiapkan spin-off tahap kedua InfraNexia pada kuartal III 2026 untuk menggarap bisnis wholesale connectivity. Di segmen B2B ICT, pendapatan SME tumbuh 11,5 persen, sementara pelanggan IndiBiz naik 11,7 persen menjadi 756 ribu pelanggan. Telkomsel memperoleh tambahan spektrum 100 MHz pada pita 700 MHz dan 2.600 MHz, membawa total spektrum menjadi 265 MHz untuk mendukung pengembangan 5G. Telkom mempertahankan guidance 2026 dengan target pertumbuhan normalized revenue 1–3 persen dan margin EBITDA di atas 50 persen.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait