Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Peneliti OpenAI Habiskan Token AI hingga Rp123,8 Juta Sehari

OpenAI mengungkapkan peningkatan penggunaan agen pemrograman berbasis AI oleh para penelitinya. Menurut blog perusahaan, 10% pengguna teratas menghabiskan token senilai lebih dari US$7.000 atau sekitar Rp123,8 juta per hari. Rata-rata peneliti pada Agustus 2025 menggunakan token senilai lebih dari US$600 per hari, meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan Juli yang hanya US$162 per hari. Biaya ini dihitung berdasarkan tarif API, bukan pengeluaran aktual perusahaan.

Peningkatan penggunaan agen AI ini juga berdampak pada efisiensi internal. OpenAI melaporkan penurunan lebih dari separuhnya dalam permintaan dukungan teknis sejak Januari 2025, menunjukkan banyaknya masalah teknis yang kini ditangani secara otonom oleh sistem AI. Perusahaan juga menyatakan telah mencapai target pengembangan 'magang penelitian otonom' yang ditetapkan CEO Sam Altman, dan kini menargetkan penciptaan 'peneliti AI sepenuhnya otonom' yang diperkirakan dapat terealisasi pada Maret 2028.

Namun, penggunaan AI tidak sepenuhnya menggantikan peran manusia. Studi dari Workplace AI Research Institute (WAI) bersama beberapa universitas Amerika Serikat menemukan bahwa pekerja kantor rata-rata menghabiskan 6,4 jam per minggu untuk memberi konteks pada AI, memeriksa hasil, memperbaiki kesalahan, dan mengelola masalah yang timbul dari penggunaan bot. Aktivitas ini disebut 'bot caregiving' dan dianggap melelahkan meskipun tetap diperlukan. Di sisi lain, meningkatnya biaya komputasi mulai memengaruhi keputusan perusahaan teknologi, seperti Microsoft yang dilaporkan mengurangi penggunaan Claude Code dan beralih ke GitHub Copilot CLI.

Berita terkait