Pengamat Bongkar Titik Lemah Prabowo: Lingkaran Dalam Kabinet
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat Kebijakan Publik Syukur Mandar mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak hanya dikelilingi loyalis, melainkan juga orang-orang jenius yang mampu menjalankan kebijakan presiden dengan baik. Menurut Syukur, kelemahan terbesar Prabowo ada pada lingkaran dalam kabinet. Banyak menteri tidak mampu mengoperasikan keinginan presiden secara efektif. Ia menilai orang-orang yang ditempatkan dekat tidak bisa menjalankan keinginan presiden dengan baik.
Syukur menegaskan 80 sampai 90 persen menteri hari ini tidak loyal pada presiden. Loyalitas tidak diukur dari ikut rapat, tepuk tangan, atau pujian, melainkan dari kemampuan mengendalikan regulasi yang dibuat presiden yang dilimpahkan kepada mereka. Kementerian, badan, dan lembaga yang dipimpin harus menjalankan regulasi secara baik dan tata kelolanya harus baik. Mereka yang bertanggung jawab. Hampir semua kementerian gagal menjalankan tugas yang diberikan presiden, sehingga Prabowo harus turun tangan langsung. Kegagalan terbesar pemerintahan berasal dari internal kabinet.
Kabinet Merah Putih memiliki total 112 anggota, terdiri dari 48 menteri, 56 wakil menteri, dan 8 pejabat setingkat menteri atau kepala badan. Prabowo menarik kembali 17 menteri dari Kabinet Indonesia Maju era Presiden Joko Widodo serta mempertahankan 9 wakil menteri dari kabinet sebelumnya demi menjaga kesinambungan pemerintahan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 16.12
Gerindra soal Pertemuan Sekjen Koalisi: Wajar, Dukung Program Prioritas Presiden
Berita terkait
Prabowo Buka Peluang Rombak Kabinet, Golkar: Presiden Tahu Kebutuhan Timnya
Detik.com · 17 September 2026 pukul 13.21
Prabowo Bicara Soal Reshuffle Kabinet Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 05.25
Setengah Hati Dukung Prabowo? Siap-siap Kena Reshuffle
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 10.00
Dikritik Punya Kabinet Gemuk, Prabowo Bandingkan RI dengan Timor Leste yang Punya 28 Menteri
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 07.14