Pengamat: Jangan Berharap PAN dan Golkar Setia Dukung Prabowo di Pilpres 2029
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dukungan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar terhadap Prabowo Subianto untuk Pilpres 2029 dinilai belum bisa dipastikan bertahan hingga ke pemilu. Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menyatakan terlalu dini jika menganggap hanya Gerindra, PAN, dan Golkar akan konsisten mendukung Prabowo hingga 2029. Menurutnya, dinamika politik masih panjang dan banyak faktor dapat mengubah peta dukungan partai politik menjelang pemilihan presiden. Faktor utama yang menentukan arah dukungan, menurut Jamiluddin, adalah tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo dan elektabilitasnya. Jika kepuasan dan elektabilitas Prabowo mengalami penurunan signifikan, partai politik berpotensi menghitung kembali peluang politik sebelum memutuskan kandidat yang akan diusung. Partai politik pada dasarnya cenderung mendukung kandidat yang memiliki peluang besar untuk memenangkan pemilu, sehingga sulit mengharapkan kesetiaan permanen terhadap seorang calon presiden. Dukungan politik lebih banyak ditentukan oleh kepentingan strategis masing-masing partai untuk berkuasa dan mendapatkan posisi pemerintahan. Selain mempertimbangkan peluang kemenangan, partai juga akan menghitung potensi keuntungan politik seperti kesempatan mendapatkan posisi menteri, wakil menteri, atau komisaris BUMN. Tanpa adanya kesepakatan politik yang menguntungkan, kemungkinan partai mendukung kandidat tertentu menjadi kecil. Oleh karena itu, peta koalisi menuju Pilpres 2029 masih sangat terbuka, dan partai yang saat ini mendukung pemerintah belum tentu akan mengambil posisi yang sama ketika pencalonan presiden dilaksanakan. Jamiluddin mengingatkan agar dukungan PAN dan Golkar kepada Prabowo saat ini tidak dianggap sebagai jaminan tetap, karena kesetiaan partai politik dalam politik Indonesia lebih bersifat transaksional daripada ideal.
Bagikan
Berita terkait
Saat AHY Singgung Kekuasaan, PAN-Golkar Merespons
kumparan · 8 September 2026 pukul 04.18
Doli Sudah Lempar Granat, Demokrat: Golkar Ingin Adu Domba Anggota Koalisi Prabowo dan AHY
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 12.54
Punya Basis Massa, Anies Belum Tentu Jadi Lawannya Prabowo Namun Bisa Tiba-tiba Dirangkul Jokowi
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 13.43
AHY Bicara 'Kekuasaan Tak Selamanya', Demokrat Tegaskan Bukan Sinyal Maju 2029
kumparan · 8 September 2026 pukul 11.57