Pentingnya Kebijakan Perpajakan Berbasis Data dan Riset
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menekankan pentingnya reformasi perpajakan berbasis riset dan bukti (evidence-based policy) untuk menghadapi tantangan ekonomi global, seperti ketegangan geopolitik dan volatilitas harga komoditas. Kebijakan ini bertujuan menjaga resiliensi APBN dalam membiayai pembangunan serta melindungi masyarakat rentan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Juda mendorong penguatan sinergi antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) untuk mengidentifikasi isu riset yang relevan. Selain itu, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menambahkan bahwa adaptasi terhadap ekonomi digital menjadi tantangan utama yang mengubah lanskap perpajakan saat ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 September 2026 pukul 13.17
Harapan Pengusaha Usai Suahasil Jadi Menkeu Gantikan Purbaya
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 16.27
Suahasil Berpengalaman di Kemenkeu, DPR Yakin Jaga Kreadibilitas APBN
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 08.47
Prabowo Sampai Turun Tangan, Ada Tekanan Besar di Balik Digantinya Purbaya oleh Suahasil Nazara
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 03.20
Pimpinan Komisi XI DPR: Suahasil Nazara Lebih Pendiam, Purbaya Cenderung Koboi dan Ceplas-Ceplos
Berita terkait
Suahasil Meluncur ke Kemenkeu Sore ini: Cek Kondisi APBN Terakhir!
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 16.58
Sehari Usai Purbaya Dicopot, Suahasil Bicara Kemenkeu Harus Kredibel: Pesan untuk Siapa?
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 19.39
Rupiah Melemah ke Rp17.694 per Dolar AS di Tengah Pergantian Menkeu
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 16.56
Purbaya Ungkap Detik-detik Dicopot Prabowo
kumparan · 15 September 2026 pukul 15.14