Pertamina Marine Gandeng China, Peluang Kerja Pelaut RI Makin Luas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) mengadakan pertemuan bisnis dengan lima perusahaan maritim terkemuka di China, termasuk Zhejiang Weihai Crew Management, Seahero International Ship, Taihua Shipping Management, Hanson Holding, dan Shanghai Yongyin Shipping Service. Pertemuan ini difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Shanghai dan bertujuan memperkuat kolaborasi maritim antara Indonesia dan China. Fokus kolaborasi meliputi crew management, ship services, ship management, maritime investment, dan maritime logistics.
Direktur Utama PMSol, Joko Pramono, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk menangkap peluang di industri pelayaran global, khususnya di China. Salah satu peluang terbesar adalah meningkatnya kebutuhan tenaga pelaut di China yang diikuti dengan keterbatasan ketersediaan awak kapal. Indonesia, dengan sumber daya pelaut yang kompeten dan pengalaman PMSol dalam pengelolaan awak kapal, siap menjadi mitra strategis untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
PMSol berkomitmen untuk memperluas paspor internasional, meningkatkan daya saing pelaut Indonesia di pasar global, dan mendukung penguatan posisi Pertamina Group sebagai pemain maritim yang kompetitif di tingkat dunia. Business meeting ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama konkret di bidang penyediaan awak kapal, manajemen kapal, dan layanan operasional maritim.
Bagikan
Berita terkait
Penjualan Kendaraan Energi Baru China Tembus 60 Persen pada Juli
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 00.05
Pengadilan AS Minta Penempatan DJI di Daftar Hitam Pentagon Ditinjau Ulang
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 21.30
AS Ungkap Praktik Pengiriman Barang China untuk Hindari Tarif Impor
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 19.33
Pecahkan Rekor, Kereta China Tembus 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.07