Pertamina Pernah Terbangkan Pelita Air Pakai Bahan Bakar Minyak Jelantah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340864/original/074045900_1788525635-email-attachment_2026_09_04_ariefhakim-at-klyid_pertamina-pernah-terbangkan-pelita-air-pakai-bahan-bakar-minyak-jelantah_1000430548.jpg)
PT Pertamina (Persero) berhasil mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dengan memanfaatkan limbah minyak goreng bekas (used cooking oil/UCO) sebagai bahan baku. Limbah yang selama ini dianggap tidak berguna ini diolah di Kilang Pertamina Cilacap dan dicampur dengan bahan baku pendukung lainnya untuk menjadi bahan bakar pesawat terbang. Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan bahwa proses pengembangan SAF ini telah melalui riset sejak 2015 dan uji coba ketat dari 2021 hingga 2025, sehingga dijamin aman digunakan.
Dalam uji coba nyata, maskapai anak perusahaan Pertamina, Pelita Air Service, telah melakukan penerbangan rute Jakarta-Bali menggunakan SAF berbasis minyak jelantah. Arya menegaskan bahwa inovasi ini dilakukan untuk mendukung kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada energi impor. Dengan pemanfaatan limbah rumah tangga ini, Pertamina berupaya menghadirkan solusi energi yang ramah lingkungan sekaligus berkelanjutan bagi industri penerbangan.
Pengembangan SAF ini menandai langkah penting Indonesia dalam meningkatkan keberlanjutan sektor energi, terutama di bidang penerbangan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal seperti minyak jelantah, Pertamina berharap dapat mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas penerbangan sambil memperkuat ketahanan energi nasional.
Bagikan
Berita terkait
Jelantah Jadi Rupiah: Pertamina Beli Minyak Bekas Rp 5.000 per Liter
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 20.45
Minyak Jelantah Jangan Dibuang! Bisa Ditukar Jadi Cuan di SPBU Pertamina
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 17.03
Cetak Rekor Dunia, Indonesia Bebas Impor Solar Lewat B50
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 11.30
Pertamina Selesaikan Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 16.13