Peta Konsumsi Air Kemasan di Indonesia dan Jurang Antarwilayahnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5326048/original/044860900_1756084700-Depositphotos_374765234_L.jpg)
Data BPS Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2023 mencatat 40,64% rumah tangga Indonesia menggunakan air kemasan bermerek dan air isi ulang sebagai sumber air minum utama, menjadi sumber terbesar di bawah sumur bor/pompa (17,07%) dan sumur terlindung (15,26%). Penggunaan sangat timpang antarwilayah: di DKI Jakarta dan Kalimantan Timur lebih dari 80% rumah tangga mengandalkan air kemasan, sementara di wilayah dengan infrastruktur perpipaan lebih baik seperti Jawa Tengah proporsinya lebih rendah. Kutai Kartanegara (93,08%) dan Bontang (89,73%) di Kalimantan Timur memiliki tingkat tertinggi, sedangkan provinsi di kawasan timur Indonesia yang kurang padat penduduknya masih lebih banyak menggunakan sumur. Perbedaan cara BPS mengelompokkan 'air kemasan bermerek' dan 'air isi ulang' antarperiode memerlukan perhatian saat membandingkan data tahunan.
Bagikan
Berita terkait
Jungkook BTS Ungkap Konsumsi Puluhan Vitamin Suplemen, Fans Khawatir
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 11.57
Tri Tito Karnavian Dorong Sosialisasi Registrasi Posyandu
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 09.58
Kebakaran Hutan Picu 50.891 Kasus ISPA dalam Dua Bulan
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 21.21
Dampak Mengerikan Karhutla: CELIOS Catat Beban Kesehatan dan Ekonomi Capai Rp123,1 Triliun
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 21.04