Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Petani Kesulitan Isi Solar, Traktor Turun ke SPBU, Mentan Siapkan Skema BBM Khusus

Petani di Indonesia masih kesulitan mengakses bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor. Akibatnya, traktor sering dibawa turun ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang jauh dari lahan, bahkan di Kabupaten Pati, traktor roda empat dan roda dua harus turun ke SPBU karena jalan sawah yang sempit dan berbatu. Hal ini dinilai tidak efisien dan menimbulkan kendala operasional. Anggota Komisi IV DPR RI Bambang Purwanto menyoroti masalah ini dalam rapat dengar pendapat dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia mengusulkan pembentukan fasilitas pengisian BBM khusus petani, mirip Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), agar lebih mudah diakses di area persawahan.

Menteri Pertanian Amran menjawab bahwa pemerintah sudah berupaya mengusulkan pembangunan SPBU khusus petani, namun menghadapi kendala lokasi karena area persawahan tersebar dan sulit dijangkau. Sebagai alternatif, pemerintah sedang memperjuangkan alokasi BBM khusus sebesar 1 hingga 1,5 juta kiloliter dengan harga subsidi untuk petani. Skema ini diharapkan mengurangi ketergantungan petani pada SPBU umum. Selain itu, pemerintah juga mendorong elektrifikasi lahan pertanian, khususnya untuk penggunaan pompa air berbasis listrik, agar penggunaan solar dapat dikurangi. Program ini diproyeksikan selesai paling lambat dalam tiga tahun.

Dengan beberapa solusi yang sedang dikembangkan, pemerintah berupaya memastikan petani dapat mengakses energi yang dibutuhkan secara lebih mudah dan terjangkau. Jika berhasil, skema BBM khusus dan elektrifikasi diharapkan meningkatkan efisiensi operasional pertanian dan mengurangi biaya produksi petani.

Berita terkait