Petani Ungkap Penyebab Harga Cabai Melesat hingga Tembus Rp 90 Ribu/Kg
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga cabai, khususnya cabai rawit merah, melonjak hingga mencapai Rp90.000 per kilogram akibat cuaca ekstrem dan krisis air yang mempengaruhi produksi. Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia Tunov Mondro Atmojo menjelaskan, kenaikan harga ini terjadi sejak pertengahan Agustus 2026 dan dipicu oleh fenomena El Nino serta cuaca sangat panas yang menyebabkan gagal bunga pada tanaman cabai. Akibatnya, petani hanya mampu merawat sisa cabai yang ada, sementara upaya penanaman kembali sering gagal karena kurangnya air. Pemerintah telah mulai menyalurkan bantuan berupa sumur bor dan sistem irigasi ke wilayah sentra produksi, meskipun dianggap agak terlambat. Namun, stok air lahan sedang dimaksimalkan untuk penanaman tanaman baru. Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, cabai merah keriting naik 9% ke Rp62.950/kg, sementara cabai rawit merah melonjak 7,2% ke Rp90.050/kg. Harga di tingkat petani berkisar Rp53.000-Rp65.000/kg, naik menjadi Rp70.000-Rp75.000/kg di pasar induk, dan mencapai Rp90.000-Rp95.000/kg di pasar konsumen.
Bagikan
Berita terkait
Rekor Baru Musim Badai Atlantik: Fenomena Super El Nino Redam Badai Tropis
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 08.55
Peneliti BRIN Warning El Nino Terkuat dan Terlama 2026, Ini Dampaknya
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.30
Vdieo: Kekeringan Ancam Petani, Perbaikan Bendungan - Irigasi Mendesak
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 11.12
Pemerintah Klaim Produksi Pangan Nasional Aman Hadapi El Nino
JawaPos · 5 September 2026 pukul 10.17