Petinggi Bank Bumi Arta (BNBA) Hadapi Perkara Hukum dan Mundur, tapi Laba Tumbuh 46%: Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) mengalami pergantian petinggi senior pada April-Juni 2026 akibat kasus hukum. Dua komisaris (Daniel Budi Dharma dan R.M. Sjariffudin) serta Presiden Direktur (Wikan Aryono) mengundurkan diri untuk fokus menyelesaikan persoalan hukum. Pada 31 Agustus 2026, Edwin Suryahusada menjalani upaya paksa, sementara Wikan Aryono dan Hendrik Atmaja masih terlibat perkara hukum.
Semester I 2026, BNBA mencatat laba bersih Rp28,28 miliar, naik 46% dari Rp19,35 miliar tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan laba tidak didukung oleh indikator utama. Pendapatan bunga turun 11% menjadi Rp240,58 miliar, kredit bersih menyusut Rp689 miliar (15%), simpanan nasabah menurun Rp827 miliar, dan total aset menurun 9%.
Faktor dorong laba terlihat dari pembalikan cadangan kerugian penurunan nilai Rp12,99 miliar (dari beban Rp3,58 miliar tahun sebelumnya) serta peningkatan portofolio efek bersih mencapai Rp1,55 triliun (dari Rp221,38 miliar). Manajemen menegaskan operasional tetap berjalan tanpa dampak material pada arus kas.
Bagikan
Berita terkait
Kick-Off Bulan Dana Pensiun Indonesia, Taspen-OJK Dorong Literasi Keuangan Masa Tua
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 00.45
Taspen dan OJK Luncurkan Bulan Dana Pensiun Indonesia Tiap Juli
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 21.34
TASPEN-OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Ajak Masyarakat Siapkan Hari Tua
kumparan · 6 September 2026 pukul 21.04
Dana Pensiun Jadi PR Besar, Ini 4 Program Utama TASPEN
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 20.46