PGE Bidik Bisnis Data Center, Panas Bumi Disiapkan Jadi Listrik Baseload
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menyiapkan pasokan listrik baseload dari energi panas bumi untuk mendukung pertumbuhan green data center dan ekosistem kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyatakan bahwa pusat data membutuhkan pasokan listrik yang stabil 24 jam dan berasal dari sumber energi bersih, sehingga panas bumi dinilai sesuai untuk menjadi tulang punggung green data center. PGE telah memulai kajian pengembangan elektrifikasi green data center berbasis panas bumi di Area Kamojang, Jawa Barat, sebagai pilot project dan proof of concept.
Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Indonesia memiliki 235,26 juta pengguna internet dan 185 fasilitas pusat data, dengan jumlah yang terus bertambah hingga 2029/2030. Untuk mendukung pengembangan ini, Ahmad Yani menekankan pentingnya dukungan kebijakan, termasuk penyempurnaan regulasi tarif, perluasan insentif fiskal dan green financing, serta penyelarasan dengan kebijakan pemerintah dalam blueprint pengembangan data center dan panas bumi nasional.
PGE menargetkan pertumbuhan kapasitas panas bumi mencapai 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034, didukung oleh portofolio sumber daya sekitar 3 GW dan pipeline proyek. Inisiatif ini sejalan dengan agenda swasembada energi pemerintah, termasuk alokasi 5,2 GW panas bumi dalam RUPTL, dan bertujuan menjadikan Indonesia produsen panas bumi terbesar dunia pada 2030, terutama sebagai momentum 100 tahun perjalanan panas bumi nasional.
Bagikan
Berita terkait
PLN Indonesia Power dan PGE Garap Proyek Panas Bumi, Kapasitas 45 MW
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 15.00
Bos PGE Ahmad Yani Terpilih Jadi Ketua Asosiasi Panas Bumi 2026-2029
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 13.09
Video: Jurus PGE Danai Proyek Panas Bumi - Ekspansi Bisnis Non-Listrik
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.56
Indonesia Baru Manfaatkan 11% dari Potensi Panas Bumi 24 GW
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.52