PLN EPI Targetkan Pasokan 3,65 Juta Ton Biomassa untuk 52 PLTU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5317365/original/072051700_1755332798-1000013890.jpg)
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan pasokan biomassa sebesar 3,65 juta ton pada tahun 2026 untuk mendukung program co-firing di 52 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Langkah ini diambil karena sekitar 90% pembangkit listrik di Indonesia masih bergantung pada energi fosil, dan biomassa digunakan sebagai substitusi sebagian batu bara untuk mencapai target dekarbonisasi dan Net Zero emissions (NZE).
Biomassa yang digunakan berasal dari residu industri kehutanan, perkebunan, dan pertanian, sehingga tidak berasal dari aktivitas deforestasi. Pada tahun 2025, PLN EPI telah memasok sekitar 2,35 juta ton biomassa yang berkontribusi dalam penurunan emisi sekitar 2,72 juta ton CO₂e. Volume pasokan ditargetkan meningkat menjadi 3,65 juta ton pada 2026 dan 4,07 juta ton pada 2027.
Secara kumulatif selama periode 2023-2026, penyediaan biomassa telah mencapai 4,77 juta ton, dengan porsi terbesar berupa serbuk kayu (54,6%) dan serpihan kayu (22,4%). Untuk memperkuat rantai pasok, PLN EPI mengembangkan model Spoke-Hub dan Marketplace Biomassa yang menghubungkan pemasok dengan kebutuhan bahan bakar di setiap pembangkit.
Bagikan
Berita terkait
Akselerasi Pengembangan Hydropower, 9,2 GW Proyek PLTA dan PLTM Masuk Tahapan Eksekusi
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 16.12
Tekan Emisi hingga 38%, SIG Perkuat Strategi Bisnis Berkelanjutan
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 08.11
Prabowo perintahkan PLN segera tutup PLTD, total kapasitasnya 13 GW
ANTARA News · 13 Agustus 2026 pukul 18.59
Todotua: Indonesia Punya Sumber Energi Hijau Besar, Tapi...
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 16.35