Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

PLN Siap Optimalkan Energi Surya, PLTS 100 GWp Dorong Efisiensi dan Penguatan Energi Domestik

Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan Program PLTS 100 GWp pada akhir Agustus 2024 sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Program ini menggabungkan energi surya dengan Battery Energy Storage System (BESS) untuk mengoptimalkan sumber energi domestik. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan program berpotensi menghemat APBN sebesar Rp73,9 triliun per tahun dengan menggantikan penggunaan solar dan gas untuk pembangkit listrik. Dengan PLTS 100 GWp, impor BBM khususnya solar diproyeksikan menurun, sementara semua listrik dapat dipasok dari energi nasional. Program ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 140,16 juta ton CO2 per tahun serta membuka potensi pasar karbon bernilai Rp6,31 triliun. Pada fase awal, program mencakup 14 proyek dengan total kapasitas 5,3 GWp yang tersebar di seluruh Indonesia. Penghematan awal diperkirakan mencapai 319.998 kiloliter BBM serta 35,66 ribu MMSCF gas alam per tahun, dengan penghematan APBN Rp4,6 triliun per tahun. PLN (Persero) akan memanfaatkan teknologi ini untuk mengintegrasikan energi surya yang bersifat intermiten ke dalam sistem kelistrikan secara optimal. Program PLTS 100 GWp juga diproyeksikan menciptakan 5,518 juta lapangan kerja, terdiri atas 3,465 juta di sektor konstruksi dan 2,053 juta di sektor manufaktur. Indonesia memiliki industri panel surya dan baterai penyimpanan listrik dalam negeri, sehingga program ini akan berdiri pada kaki sendiri. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menekankan bahwa pengembangan PLTS merupakan bagian dari transformasi sistem kelistrikan nasional menuju energi bersih, domestik, dan lebih murah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait