PLTP Gunung Salak Mulai Kembangkan Aset Karbon
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mulai mengembangkan aset karbon dari PLTP Gunung Salak melalui penandatanganan Second Amendment to Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA). Kolaborasi dengan South Pole AG memungkinkan monetisasi pengurangan emisi dari peningkatan kapasitas pembangkit listrik geothermal. Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta, menyatakan pengembangan aset karbon menjadi sumber nilai ekonomi tambahan serta mendukung keberlanjutan energi bersih di Indonesia. Peningkatan kapasitas PLTP Gunung Salak diproyeksikan dapat mengurangi emisi secara signifikan sekaligus membuka peluang bisnis baru. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menekankan pentingnya percepatan transisi energi di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Bagikan
Berita terkait
Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PLN IP Dorong Pemanfaatan Geothermal 45 MW
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 21.04
Potensi Geothermal, Aktivis Ajak Warga Cianjur Jadi Tuan Rumah di Daerah Sendiri
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 00.00
Video: Tarik Investor, PGE Dorong Bisnis Geothermal Yang Bankable
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 11.00
Jangan Sekadar jadi Pengguna, Indonesia Didorong sebagai Pencipta AI di Tingkat Global
JawaPos · 5 September 2026 pukul 22.15