Potensi Besar tapi Kalah Saing, Pemerintah Genjot Ekspor Hasil Olahan Laut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah melalui Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mendorong peningkatan ekspor hasil olahan laut, khususnya udang, meski Indonesia masih kalah produksi dari Ekuador dan India. Faisol menekankan pentingnya integrasi pasokan bahan baku dari hulu hingga proses pengolahan agar produksi dapat ditingkatkan. Dalam kunjungan kerja ke PT Bumi Menara Internusa (BMI) di Surabaya, ia mengapresiasi pabrik yang memenuhi standar mutu, traceability, dan keberlanjutan, termasuk penggunaan teknologi cold chain dan kemasan ramah energi. Menurutnya, upaya BMI telah membantu meningkatkan lapangan kerja dan devisa negara dari ekspor ke pasar seperti AS, Uni Eropa, dan Jepang. Direktur BMI Aris Utama menyampaikan dukungan pemerintah lewat kebijakan pro-ekspor membuat perusahaan optimis meningkatkan produksi hingga 100%. Saat ini, BMI memiliki kapasitas produksi 35 ribu ton per tahun dari tujuh pabrik dengan 15 ribu karyawan, namun masih menggunakan satu shift saja. Untuk memastikan pasokan, BMI mengimpor ikan dari Alaska dan memprosesnya di pabriknya untuk diekspor kembali sebagai produk siap saji.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 15.50
75% Gas RI Dipakai Domestik, Terbesar untuk Industri
Berita terkait
Potensi Besar tapi Kalah Bersaing, Pemerintah Genjot Ekspor Hasil Olahan Laut
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 06.45
Efek 'Sulap' Prabowo, Valuasi Emiten BUMN Ini Melonjak Drastis
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 18.52
Pemerintah Dorong Koperasi Berorientasi Pasar Ekspor, Menkop Ikut Sumbang Rp100 Juta
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 07.35
Pemerintah Dorong Koperasi Berorientasi Pasar Ekspor, Menkop Ikut Nyumbang Rp100 Juta
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 07.35