Prabowo: Alokasi Anggaran Mitigasi Bencana Harus Kita Tambah Signifikan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan alokasi anggaran untuk mitigasi bencana secara signifikan. Pengungkapan ini dilakukan dalam rapat virtual Ratas Perkembangan Penanganan Bencana Alam di Istana Merdeka. Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara yang berada di lingkaran api (the ring of fire) secara alami rawan akan berbagai bencana alam. Belakangan ini, Indonesia telah mengalami beberapa peristiwa bencana seperti gempa di Flores, erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan lahan. Karena sifat geografis dan letak geologis yang rentan, Prabowo menekankan pentingnya antisipasi dan kesiapan menghadapi bencana. Ia menambahkan bahwa meningkatkan anggaran mitigasi bukan hanya sebagai respons terhadap bencana yang terjadi, tetapi juga sebagai langkah strategis agar pemerintah dan masyarakat lebih siap menghadapi kondisi serupa di masa mendatang. Dengan demikian, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat sistem keamanan dan kesiapsiagaan bencana di seluruh wilayah Indonesia. Pelajaran dari berbagai bencana alam yang terjadi adalah pentingnya peningkatan mitigasi melalui alokasi anggaran yang lebih besar. Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya akan memastikan anggaran untuk mitigasi bencana ditambah secara signifikan agar respons dan kesiapan menghadapi bencana dapat ditingkatkan secara optimal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.52
Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Bencana Alam, Sebut Anggaran Mitigasi
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.57
Prabowo soal 5 Gunung Erupsi: Takdir Kita Ada di Ring of Fire
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.20
Indonesia Negara Cincin Api, Prabowo: Dana Mitigasi Bencana Harus Naik
Berita terkait
Gerak Cepat Mendagri Tito Karnavian Tangani Bencana di Aceh hingga NTT
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 18.36
Seskab Teddy: Atas Instruksi Presiden, 253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 11.15
Gempa NTT Sudah Telan 68 Nyawa, Pemerintah Tegaskan Belum Butuh Bantuan Asing
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 07.40
Gempa 7,7 Guncang NTT, Legislator PDIP: Segera Penanganan ke Daerah Berdampak
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 06.23