Prabowo Didesak Sadar: MBG Itu Titik Lemah, Musuh Bisa dengan Mudah Rusak Reputasi hingga Legitimasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto disarankan untuk menyadari risiko politik yang terkait dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Prof. Henri Subiakto dari Universitas Airlangga, program dengan cakupan sangat luas ini berpotensi menjadi titik lemah pemerintahan jika pelaksanaannya tidak dikendalikan dengan ketat. Karena MBG identik dengan kebijakan Prabowo, keseluruhan penilaian publik terhadap program ini akan memengaruhi reputasi dan legitimasi presiden.
Henri menekankan bahwa operasional MBG yang tersebar di ribuan titik di seluruh Indonesia menimbulkan banyak potensi kelemahan. Satu kesalahan kecil di tingkat pelaksana, seperti dapur yang tidak hati-hati, bisa berkembang menjadi krisis kepercayaan publik yang jauh lebih besar. Kasus keracunan makan bergizi gratis di beberapa daerah menjadi contoh nyata dari kerentanan sistem ini.
Selain itu, Henri juga memperingatkan akan kemungkinan sabotase atau pihak ketiga yang mencari celah dalam sistem MBG untuk merusak kepercayaan rakyat pada pemerintah. Ia menyarankan agar Prabowo tidak hanya melihat MBG dari sisi popularitas, tetapi juga memperhitungkan risiko politik jangka panjang. Semakin keras pemerintah mempertahankan program ini, semakin besar pula konsekuensi jika terjadi masalah serius.
Bagikan
Berita terkait
Peringatan dari Pakar, Bukan Tak Mungkin Ada Upaya Hancurkan Prabowo Lewat Kasus Keracunan MBG
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 14.15
Survei Kepuasan Publik Pada Presiden Prabowo Di Atas 50 Persen, Program MBG Paling Berdampak
JawaPos · 6 September 2026 pukul 19.45
Prabowo: Keberhasilan Pembangunan Harus Diukur dari Meja Makan Keluarga
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 15.32
Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Meja Makan Keluarga
Detik.com · 3 September 2026 pukul 15.29