Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Minta Bea Cukai Tertibkan Impor Kiloan dan Balpres

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemerintah untuk menertibkan impor kiloan dan impor balpres yang mengganggu industri tekstil dalam negeri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan arahan ini, termasuk permintaan untuk meninjau kembali aturan terkait pertimbangan teknis (Pertek) dan kebihaman lainnya di sektor tekstil. Khususnya untuk sektor garmen, Prabowo meminta Direksi Jenderal Bea Cukai untuk segera melakukan penertiban terhadap impor yang tidak teratur.

Selain penertiban impor, Prabowo juga menekankan pentingnya kemudahan bahan baku bagi industri tekstil produk tekstil (TPT), termasuk bahan berbasis kulit. Pemerintah diharuskan memastikan bahan baku dapat masuk dengan lebih mudah, termasuk terkait sertifikasi halal yang diperlukan tidak hanya untuk industri tekstil tetapi juga industri persepatuan.

Industri TPT merupakan sektor strategis dengan kontribusi sekitar 0,97 persen terhadap PDB, menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja, dan mencatat ekspor sekitar USD 12 miliar. Sektor ini tumbuh 5,6 persen, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, industri tekstil masih berada dalam posisi net importer dengan impor bahan baku mencapai USD 8,4 miliar dan ekspor hanya USD 3,1 miliar. Sebaliknya, industri pakaian berada dalam posisi net exporter dengan ekspor USD 8,7 miliar dan impor hanya USD 690 juta.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait