Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Pangkas BUMN, Uang Negara Mau Dialihkan ke Mana?

Presiden Prabowo Subianto mendorong perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan target penghematan anggaran hingga Rp100 triliun. Hingga kini, 290 BUMN telah ditutup, menghasilkan penghematan sebesar Rp50 triliun. Pemerintah berencana menutup setidaknya 700 BUMN tambahan hingga akhir Desember 2026 untuk mencapai target tersebut. Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, langkah ini bertujuan menyederhanakan struktur perusahaan negara dan mengurangi biaya overhead serta pengeluaran operasional yang tidak produktif.

Dana hasil penghematan ini tidak akan disimpan sebagai penghematan semata, tetapi akan dialihkan untuk keperluan yang lebih produktif. Prabowo menjelaskan bahwa uang tersebut akan digunakan untuk investasi, industrialisasi, peningkatan pelayanan publik, dan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. "Uang itu sekarang kita gunakan untuk investasi, untuk industrialisasi, untuk peningkatan pelayanan, dan hal-hal yang langsung bermanfaat bagi rakyat," kata Prabowo.

Kebijakan ini juga berkaitan erat dengan agenda hilirisasi sumber daya alam, yang dibahas dalam pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan jajaran Danantara di Hambalang, Jawa Barat. Prabowo menekankan bahwa BUMN yang dipertahankan harus memiliki kinerja baik, mampu menciptakan nilai tambah, dan memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional. Pemerintah juga menyebutkan bahwa total penghematan di berbagai bidang mencapai dekat Rp300 triliun per tahun, dengan efisiensi BUMN menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

Peristiwa ini diliput 7 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait