Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Proyeksikan Dividen BUMN Rp200 Triliun pada 2026, Negara Tak Perlu Lagi Suntik Modal Lagi

Presiden Prabowo Subianto memproyeksikan dividen BUMN yang disetorkan ke negara mencapai Rp200 triliun pada 2026 tanpa tambahan penyertaan modal negara (PMN). Proyeksi ini didasarkan pada peningkatan kinerja BUMN yang signifikan. Pada 2024, keuntungan BUMN dicatat sebesar Rp186 triliun dengan dividen ke negara Rp85,5 triliun. Pada 2025, keuntungan BUMN melonjak 75,3% menjadi Rp326 triliun, sementara dividen ke negara naik 67% mencapai Rp142,3 triliun. Dividen bersih setelah dikurangi PMN juga meningkat drastis dari Rp53 triliun pada 2024 menjadi Rp138 triliun pada 2025, atau kenaikan 160%.

Pemerintah juga fokus mengembangkan program hilirisasi nasional melalui Danantara. Pada Februari dan April 2026, dilakukan groundbreaking 26 proyek hilirisasi termasuk pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi tembaga dan emas, pembangunan smelter alumina, hingga proyek waste to energy. Proyek-proyek ini diharapkan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru.

Selain hilirisasi, strategi downstreaming BUMN juga dikembangkan melalui akuisisi perusahaan global untuk memperoleh teknologi, manajemen, dan akses pasar. Prabowo menekankan bahwa akuisisi ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok dunia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait