Prabowo Puji Sambutan Pimpinan Gontor yang Singkat dan Efisien
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto memuji gaya pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor yang dinilainya singkat dan efisien saat menyampaikan sambutan dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, pada Sabtu (19/9/2026). Dalam sambutannya, Prabowo menyatakan bahwa penyeberian sambutan pimpinan Gontor tidak terlalu panjang dan tidak mencantumkan daftar tamu secara berulang dengan sapaan 'yang terhormat', yang menurutnya justru memakan waktu. 'Tadi pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Gontor telah memberi sambutan dan sambutannya sangat modern dan sangat efisien,' ujar Prabowo. Ia kemudian membandingkan dengan kebiasaan acara lain yang sering mencantumkan daftar tamu panjang dengan sapaan berulang. Namun, sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo tetap merasa perlu menyapa satu per satu tokoh yang hadir, termasuk pimpinan Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal, pejabat negara, duta besar, dan tokoh lainnya. Prabowo menjelaskan bahwa sebagai pemimpin politik, ia harus berhati-hati agar tidak menyinggung perasaan siapapun dengan tidak menyebutkan nama mereka secara lengkap.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 14.40
Usap Air Mata, Prabowo Teringat Penderitaan Warga Palestina
Detik.com · 19 September 2026 pukul 12.10
Prabowo Gaungkan Free Palestine di Momen 100 Tahun Ponpes Gontor
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 09.33
Prabowo Dijadwalkan Hadiri Peringatan 100 Tahun Gontor Hari Ini
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 16.40
Duta Besar Abdalfatah Al-Sattari di Depan Prabowo: Indonesia Berdiri Bersama Palestina, Kami Tidak Sendiri
Berita terkait
Momen Prabowo Dapat Mushaf Al-Qur'an dan Buku 'Gontor untuk Indonesia'
Detik.com · 19 September 2026 pukul 16.02
Prabowo: Pemimpin Indonesia harus Pintar, Jangan Dibodoh-bodohi
Liputan6.com · 19 September 2026 pukul 15.37
Momen Prabowo Cium Al-Quran Hadiah dari Gontor
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 13.51
Prabowo Sebut Tak Ada Negara yang Kasihan, RI Harus Mandiri
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 13.40