Jakarta · Minggu, 13 September 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Tegaskan Perdagangan dan Mata Uang Tak Boleh Dipersenjatai

Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran strategis BRICS dalam memperkuat kapasitas kolektif untuk mendukung ketahanan global, terutama mengingat blok yang dihuni oleh setengah dari populasi dunia ini memiliki pengaruh besar dalam perekonomian dan perdagangan global. Pernyataannya disampaikan saat berpartisipasi dalam sesi terbatas bertema "Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism" pada KTT BRICS 2026 di New Delhi, India, pada 12 September 2026. Prabowo menekankan bahwa kekuatan kolektif BRICS dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki tata kelola global, menjamin ketahanan pangan dan energi, serta membuka peluang pembangunan bagi negara berkembang. Ia juga menegaskan pentingnya memobilisasi sumber daya untuk infrastruktur dan pembangunan guna meningkatkan kemandirian Global South. Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menekankan bahwa perdagangan dan mata uang tidak boleh dipolitisasi, serta PBB harus menjadi pusat sistem multilateral yang lebih representatif dan responsif. KTT BRICS 2026 yang berlangsung 12-13 September 2026 di India mengusung tema "Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability", dengan hadirin antara lain Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden China Xi Jinping.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait