Prancis Larang Telemarketing Tanpa Izin, 50.000 Lapangan Kerja Terancam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323244/original/079253800_1786607452-Ilustrasi_telemarketing-UnsplashBerveley_Communications.jpg)
Prancis melarang panggilan telepon telemarketing yang tidak diminta mulai Selasa pekan ini, dengan pengecualian hanya untuk kontrak yang telah disetujui atau dengan persetujuan sebelumnya dari pihak yang bersangkutan. Langkah ini disambut kelompok konsumen sebagai kemenangan, mengingat 97% masyarakat Prancis merasa terganggu oleh praktik tersebut. Laporan parlemen menunjukkan 72% warga menerima panggilan telemarketing setidaknya seminggu sekali, sementara 38% mengalaminya setiap hari. Namun, larangan ini menuai kritik dari kelompok bisnis dan pejabat Maroko, yang khawatir akan kehilangan hingga 50.000 lapangan kerja di sektor call center yang bergantung pada pasar Prancis. Asosiasi penjualan langsung Prancis juga menyoroti beban administrasi baru yang membutuhkan persetujuan tertulis dan dokumentasi dari pelanggan.
Bagikan
Berita terkait
Khawatir Susah Cari Kerja-Penghasilan Turun, IKK Juli 2026 Merosot
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 10.30
RC Lens juara Piala Super Prancis, menang tipis 1-0 atas PSG
ANTARA News · 17 Agustus 2026 pukul 05.53
Ekonomi RI Menunjukkan Daya Tahan di Tengah Tekanan Global dan Regional
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 14.01
Dua Diplomat Prancis Ditahan Iran atas Dugaan Intervensi Asing
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 09.00