Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prancis Larang Telemarketing Tanpa Izin, 50.000 Lapangan Kerja Terancam

Prancis melarang panggilan telepon telemarketing yang tidak diminta mulai Selasa pekan ini, dengan pengecualian hanya untuk kontrak yang telah disetujui atau dengan persetujuan sebelumnya dari pihak yang bersangkutan. Langkah ini disambut kelompok konsumen sebagai kemenangan, mengingat 97% masyarakat Prancis merasa terganggu oleh praktik tersebut. Laporan parlemen menunjukkan 72% warga menerima panggilan telemarketing setidaknya seminggu sekali, sementara 38% mengalaminya setiap hari. Namun, larangan ini menuai kritik dari kelompok bisnis dan pejabat Maroko, yang khawatir akan kehilangan hingga 50.000 lapangan kerja di sektor call center yang bergantung pada pasar Prancis. Asosiasi penjualan langsung Prancis juga menyoroti beban administrasi baru yang membutuhkan persetujuan tertulis dan dokumentasi dari pelanggan.

Berita terkait