Produksi Nikel Indonesia Dipangkas 120 Juta Ton pada 2026, Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia membatasi produksi bijih nikel pada 2026 sebesar 120 juta ton dibandingkan 2025. Produksi 2025 mencapai 379 juta ton, sementara 2026 hanya disetujui 260 juta ton. Pembatasan ini mengacu pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang disetujui pemerintah untuk mengatur pasokan bijih nikel guna menjaga keseimbangan pasar global yang masih surplus. Indonesia sebagai pusat produksi nikel dunia harus menyesuaikan pasokan dengan kebutuhan 79 fasilitas pengolahan. Pemerintah juga menyiapkan Bursa Mineral Indonesia pada Januari 2027 untuk meningkatkan transparansi perdagangan mineral.
Bagikan
Berita terkait
Video: Bursa Mineral Meluncur 2027, Pengusaha Nikel Nantikan 2 Hal Ini
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.28
Industri Nikel Dukung Bursa Mineral, Dorong Indonesia Punya Acuan Harga Sendiri
kumparan · 4 September 2026 pukul 19.30
Indonesia Jadi Pemain Penting di Industri Baterai, Ini PR Besarnya
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 20.07
RI Ditargetkan Tak Lagi Impor Garam 2029
Detik.com · 2 September 2026 pukul 13.18