Produksi Pesawat Terhambat, Saham Boeing Turun Tajam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2808006/original/045550500_1558064206-bungo.jpg)
CEO Boeing Kelly Ortberg menyatakan bahwa produksi Boeing 737 Max butuh waktu lebih lama dari perkiraan, namun perusahaan optimistis meningkatkan produksi pada tahun depan. Saat ini, Boeing memproduksi sekitar 47 unit per bulan. Saham Boeing turun lebih dari 5% setelah pernyataan Ortberg kepada investor pada Rabu (16/9/2026). Proses produksi sayap di pabrik Renton, Washington menjadi hambatan utama, namun langkah telah disiapkan untuk mengatasinya. Ortberg juga memastikan sertifikasi varian Max 10 akan terbit mendatang, meski sempat tertunda beberapa tahun. Ketika ditanya tentang pesanan baru dari Tiongkok, ia tidak mengonfirmasi, menyebut kepastian akan diumumkan langsung oleh masing-masing maskapai.
Bagikan
Berita terkait
Skandal Minggir Dulu, Boeing Resmi Luncurkan Pesawat Terbaru 737-7
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 21.30
Kembali Diperdagangkan, Saham Emitek Haji Isam (PACK) Langsung Melejit 9,82%
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 15.14
Disorot BEI soal Free Float, Indorama Siap Penuhi Sebelum Maret 2029
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 12.44
IHSG Sesi 1 Ditutup Menguat ke Level 6.463,61, Nilai Transaksi Capai Rp 7,88 T
kumparan · 17 September 2026 pukul 12.10