Profesor UGM Kritik Pendirian URI, 1 Juta Sarjana Pengangguran Butuh Solusi, Bukan Malah Bikin Perguruan Tinggi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Prof. Dr. Tadjuddin Noer Effendi, M.A., guru besar Fisipol UGM dan pengamat ketenagakerjaan, mengkritik rencana pendirian Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai solusi untuk mengatasi pengangguran terdidik yang diperkirakan mencapai 1 juta orang. Menurutnya, pendirian perguruan tinggi baru membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan lulusan, sementara masalah pengangguran terdidik membutuhkan penyelesaian yang lebih cepat.
Tadjuddin menekankan bahwa solusi yang lebih efektif adalah memperluas pusat pelatihan kerja modern yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Program magang pemerintah dinilai positif, namun kapasitasnya masih terlalu kecil. Dia mendorong pemerintah untuk memperkuat pusat pelatihan vokasi yang tidak hanya memberikan sertifikat, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung digunakan di dunia kerja.
Menurut Tadjuddin, jika pendekatan pelatihan kerja berbasis industri dapat diimplementasikan dengan baik, diperkirakan dalam dua hingga lima tahun dapat menyerap satu hingga dua juta penganggur terdidik. Dia menegaskan bahwa penguatan pelatihan kerja harus menjadi prioritas pemerintah dibandingkan hanya menambah jumlah perguruan tinggi.
Bagikan
Berita terkait
Menaker tegaskan SDM kompeten jadi kunci industrialisasi Indonesia
ANTARA News · 17 Agustus 2026 pukul 12.48
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Ditutup, Seleksi Calon Peserta Mulai Besok
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.58
Kuota 150 Ribu Orang, Program Magang Nasional Angkatan 2 Dibuka Bertahap
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 14.00
Pendaftar Magang Nasional Tembus 732 Ribu Orang, Hanya 46 Ribu yang Diterima
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 10.06