Profesor UGM Kritik Pendirian URI, 1 Juta Sarjana Pengangguran Butuh Solusi, Bukan Malah Bikin Perguruan Tinggi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Prof. Dr. Tadjuddin Noer Effendi, M.A., guru besar Fisipol UGM dan pengamat ketenagakerjaan, mengkritik rencana pendirian Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai solusi untuk mengatasi pengangguran terdidik yang diperkirakan mencapai 1 juta orang. Menurutnya, pendirian perguruan tinggi baru membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan lulusan, sementara masalah pengangguran terdidik membutuhkan penyelesaian yang lebih cepat.
Tadjuddin menekankan bahwa solusi yang lebih efektif adalah memperluas pusat pelatihan kerja modern yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Program magang pemerintah dinilai positif, namun kapasitasnya masih terlalu kecil. Dia mendorong pemerintah untuk memperkuat pusat pelatihan vokasi yang tidak hanya memberikan sertifikat, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung digunakan di dunia kerja.
Menurut Tadjuddin, jika pendekatan pelatihan kerja berbasis industri dapat diimplementasikan dengan baik, diperkirakan dalam dua hingga lima tahun dapat menyerap satu hingga dua juta penganggur terdidik. Dia menegaskan bahwa penguatan pelatihan kerja harus menjadi prioritas pemerintah dibandingkan hanya menambah jumlah perguruan tinggi.
Bagikan
Berita terkait
Pelatihan Vokasi Kemnaker Batch 6 Dibuka, Cek Jadwal Lengkapnya
Liputan6.com · 3 Oktober 2026 pukul 14.30
Video: Menaker Yassierli dan Jurus Pemerintah Pangkas Angka Pengangguran
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 13.35
Menaker Sebut 50% Peserta MagangHub di Industri Langsung Diterima Kerja
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 15.15
Kemnaker Beberkan Syarat Aman Kerja di Luar Negeri
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 12.46