Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Profesor UGM Kritik Pendirian URI, 1 Juta Sarjana Pengangguran Butuh Solusi, Bukan Malah Bikin Perguruan Tinggi

Prof. Dr. Tadjuddin Noer Effendi, M.A., guru besar Fisipol UGM dan pengamat ketenagakerjaan, mengkritik rencana pendirian Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai solusi untuk mengatasi pengangguran terdidik yang diperkirakan mencapai 1 juta orang. Menurutnya, pendirian perguruan tinggi baru membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan lulusan, sementara masalah pengangguran terdidik membutuhkan penyelesaian yang lebih cepat.

Tadjuddin menekankan bahwa solusi yang lebih efektif adalah memperluas pusat pelatihan kerja modern yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Program magang pemerintah dinilai positif, namun kapasitasnya masih terlalu kecil. Dia mendorong pemerintah untuk memperkuat pusat pelatihan vokasi yang tidak hanya memberikan sertifikat, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung digunakan di dunia kerja.

Menurut Tadjuddin, jika pendekatan pelatihan kerja berbasis industri dapat diimplementasikan dengan baik, diperkirakan dalam dua hingga lima tahun dapat menyerap satu hingga dua juta penganggur terdidik. Dia menegaskan bahwa penguatan pelatihan kerja harus menjadi prioritas pemerintah dibandingkan hanya menambah jumlah perguruan tinggi.

Berita terkait