Profil Bayan Resources, dari Bisnis Kontraktor Low Tuck Kwong hingga Dibidik Haji Isam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) adalah perusahaan tambang batu bara besar Indonesia yang berawal dari PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI) didirikan Low Tuck Kwong pada 1973. JSI awalnya bergerak di kontraktor pekerjaan tanah dan struktur kelautan, kemudian beralih ke kontraktor pertambangan batu bara pada 1988. Pada 1997, Low mengakuisisi PT Gunung Bayan Pratamacoal (GBP) dan PT Dermaga Perkasapratama (DPP) yang mengoperasikan Balikpapan Coal Terminal (BCT). Bayan Resources didirikan pada 2004 dan meluncur ke IPO pada 2008 dengan harga Rp5.800 per saham. Saat ini, Bayan memiliki 5 CCOW dan 16 IUP mencakup lebih dari 126.000 hektar di Kalimantan Timur dan Selatan. Produksi Bayan meningkat dari 1,9 juta ton pada 2014 menjadi lebih dari 45 juta ton. Infrastruktur utama meliputi Balikpapan Coal Terminal, Dermaga Perkasa, Dermaga Wahana, serta sistem pengangkutan di Proyek Tabang. Teknologi yang digunakan meliputi Fleet Management System dan pemantauan kestabilan lereng. Pada September 2026, Low Tuck Kwong dan putrinya Elaine Low menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama (bagian dari Jhonlin Group milik Haji Isam). Transaksi ini akan mengalihkan 10.000.000.500 saham (30% kepemilikan) ke Jhonlin Baratama. Saat ini, Low Tuck Kwong menguasai 40,25% saham, Elaine Low 22%, total 62,25%. tags: [bayan resources, batu bara, low tuck kwong, haji isam, investasi]
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Soroti Dana Pemda Mengendap di Bank, Nilainya Tembus Rp234 T
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 10.57
Penerimaan Pajak Capai Rp 1.409 Triliun hingga Agustus 2026, Naik 24,1 Persen
kumparan · 18 September 2026 pukul 10.47
Perkuat Hilirisasi, RAI Dorong Kapasitas Pengolahan Tembus 2 Juta Kelapa Per Hari
JawaPos · 18 September 2026 pukul 10.45
Peminat Membludak, Obligasi Sosial BTN Oversubscribed 2,9 Kali Mencapai Rp2,9 Triliun
JawaPos · 18 September 2026 pukul 10.45