Projo: Pak Prabowo Tidak Perlu Mengganti Semua Orang Jokowi, Kalau Masih Berprestasi Kenapa Diganti?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto tidak perlu mengganti seluruh pejabat dari era Jokowi hanya untuk menandakan peralihan kekuasaan. Sekretaris Jenderal Pro Jokowi (Projo) Freddy Alex Damanik menyatakan bahwa pergantian pejabat harus didasarkan pada kebutuhan pemerintahan dan kinerja, bukan latar belakang politik. Pejabat yang masih berprestasi dan dibutuhkan sebaiknya tidak diganti hanya karena berasal dari pemerintahan sebelumnya.
Projo juga meminta publik tidak mengkategorikan setiap keputusan Prabowo secara politis. Freddy menegaskan bahwa reshuffle yang dilakukan Prabowo adalah wewenang presiden dalam sistem presidensial. Jika presiden menilai perlu mengganti pejabat, pendukung sebaiknya mendukung keputusan tersebut.
Prabowo baru-baru ini melakukan reshuffle pada 2 Oktober 2026, mengganti sejumlah posisi strategis termasuk menteri koordinator, menteri teknis, dan Kapolri. Ia juga melantik 26 anggota Wantimpres, termasuk Pengamat Politik Rocky Gerung yang dikenal kritis terhadap pemerintahan sebelumnya. Rocky menyatakan bahwa perubahan posisinya tidak mengubah pandangan politiknya.
Bagikan
Berita terkait
Sempat Jadi Pembantunya, Loyalis Jokowi Bongkar Kelakuan Prabowo
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 08.20
Isu Demonstrasi 27 Agustus Makin Liar, Orang Dekat Prabowo Disebut Gerakan Masa
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 23.33
Siapa Untung? Ini Kata Budi Arie Soal Prabowo Sengaja Diadu Domba dengan Jokowi
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 12.12
Gegara Sikap Gibran, Hubungan Jokowi dengan Prabowo Diduga Retak
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 12.46