Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

PSI: Ketika Jokowi Memilih Kami, Ternyata Ada Yang Terganggu-ganggu!

Eks Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Oktober 2024 setelah diberhentikan sebagai kader PDIP pada Desember 2024. Keputusan ini memicu gesekan politik baru. Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, menyindir pihak yang tidak menerima keputusan Jokowi, menyatakan bahwa mantan presiden memiliki hak penuh memilih partai politik sebagai warga negara. Jokowi menunjukkan kartu anggota PSI untuk membuktikan keanggotaannya dan menyatakan keputusan ini disampaikan untuk mengetahui statusnya oleh seluruh struktur partai.

Ali menegaskan tidak ada alasan untuk mempersoalkan pilihan Jokowi setelah tidak lagi menjadi kader PDIP. Ia menekankan bahwa hak politik tetap berlaku meskipun Jokowi telah dipecat dari partai sebelumnya. Sindiran ini menunjukkan adanya kekhawatiran atau penolakan tertentu terhadap keanggotaan Jokowi di PSI.

Keanggotaan Jokowi di PSI dianggap penting untuk menandai perubahan status politiknya setelah masa jabatan presiden. Ahmad Ali juga menyindir hal serupa dengan menyebut adanya yang 'terganggu-ganggu' atas keputusan tersebut, menyoroti dinamika politik yang terus berkembang di Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait