Purbaya Sempat Blak-blakan Soal Banyak Pakar Ekonomi Gagal Paham dengan Strateginya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Purbaya Yudhi Sadewa, dalam wawancara podcast Periskop ID sebelum dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026, menanggapi kritik terhadap kebijakan pemerintah. Ia menyatakan sebagian ekonom belum memahami strategi pemulihan ekonomi yang dijalankan pemerintah, yang menurutnya menggunakan pendekatan di luar pola umum. Purbaya menyoroti bahwa sejumlah analis terlalu fokus pada APBN dalam membaca kebijakan ekonomi, padahal belanja pemerintah hanya menyumbang sekitar 8 persen dari total perekonomian nasional. Sementara itu, sekitar 90 persent persis berada di sektor nonpemerintah, terutama sektor swasta dan rumah tangga. Karena itu, pemerintah tidak hanya perlu melihat sisi belanja negara, tetapi juga memastikan likuiditas mengalir ke sektor nonpemerintah agar aktivitas ekonomi bergerak lebih cepat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemindahan dana dari bank sentral ke bank-bank Himbara untuk memastikan likuiditas masuk ke sistem perbankan dan kemudian menyebar ke perekonomian. Purbaya juga menanggapi pandangan mengenai tingginya undisbursed loan atau kredit yang belum ditarik. Menurutnya, indikator tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa perbankan akan kesulitan menyalurkan kredit. Ia menunjuk pertumbuhan kredit yang telah mencapai 13,5 persen atau berada di level dua digit. Menurut Purbaya, perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa asumsi mengenai undisbursed loan tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi yang terjadi setelah pemerintah memindahkan dana ke perbankan. Selain mengkritik cara membaca indikator ekonomi, Purbaya mengingatkan para praktisi ekonomi agar berhati-hati dalam menarik kesimpilan dari data. Ia menekankan bahwa penggunaan metode ekonometrika, termasuk regresi, tetap dapat menghasilkan kesimpulan yang keliru apabila tidak didasarkan pada pemahaman teori ekonomi yang tepat. Purbaya mengibaratkan penggunaan data tanpa memahami teori dasar sebagai fishing expedition. Menurutnya, angka-angka dalam analisis ekonomi tidak semestinya digunakan secara sembarangan karena dapat menghasilkan kesimpulan yang salah.
Bagikan
Berita terkait
Bantu Finansial Masyarakat, Pegadaian Hadirkan Layanan Gadai-Bank Emas
Detik.com · 17 September 2026 pukul 23.59
Pegadaian Dorong Penetrasi Inklusi Keuangan di Indonesia, Ini Caranya
Detik.com · 17 September 2026 pukul 23.30
Temui Presiden Prabowo, TVS Siap Perluas Investasi dan Kembangkan Motor Listrik serta Etanol di Indonesia
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 23.25
Mau Lebih Jago Akuntansi? Yuk, Perdalam Materinya Lewat Kelas Ini
Detik.com · 17 September 2026 pukul 23.22