Ramai Desakan Hadirkan Jokowi di Sidang, Pengamat: Yang Penting Gaya Dulu, Nanti Juga Orang Lupa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejumlah pihak, termasuk terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa), mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam persidangan kasus dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Namun, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyatakan bahwa kehadiran Jokowi tidak bisa dipastikan oleh siapa pun, karena hanya Jokowi dan Tuhan yang mengetahui keputusannya. Menurutnya, polemik ijazah Jokowi selalu berada di persimpangan antara hukum dan politik, dan satu-satunya cara untuk memperoleh kejelasan adalah melalui proses peradilan. Adi menekankan bahwa perdebatan di ruang publik tidak akan menghasilkan kepastian, dan upaya menguji keabsahan ijazah sudah dilakukan melalui Mahkamah Konstitusi maupun pengadilan umum. Ia juga menyindir dinamika politik yang sering penuh janji namun mudah dilupakan, sehingga klaim tentang kehadiran Jokowi di sidang masih abu-abu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 22.28
Roy Suryo Jalani Sidang Perdana Kasus Ijazah Pekan Depan
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 13.28
Jelang Sidang Pokok Perkara, Pesan Roy Suryo ke Jokowi: Jangan Hanya Bilang Siap, Harus Datang Sendiri
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 11.00
Respons KPK soal Permintaan Panggil Jokowi ke Sidang Korupsi Kuota Haji
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 02.02
Video Jokowi Diputar saat Sidang Korupsi Kuota Haji, Dito Ariotedjo Jadi Saksi
Berita terkait
Ijazah Palsu Jokowi dan Ijazah SMA Gibran Pukulan Telak Genk Solo: Kepanikan Terjadi...
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 17.10
Polemik Ijazah Jokowi Dibawa ke MK dan Pengadilan, Pengamat: Kita Lihat Saja Siapa yang Benar
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 00.30
Roy Suryo Gigit Jari? Ijazah Jokowi Sudah Diperiksa, Laboratorium Forensik Menyatakan...
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 08.45
Roy Suryo Ternyata Tak Pernah Meneliti Ijazah Jokowi, Kata Yakup Hasibuan
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 08.00