Respons Indeks MSCI, GOTO Tegaskan Fundamental Solid dan Cetak Laba
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari Indeks Standar Global MSCI berdasarkan Tinjauan Indeks Agustus 2026 yang dirilis 12 Agustus 2026 dan berlaku efektif 31 Agustus 2026. Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny, menyatakan keputusan itu bersifat teknis menyusul harga saham GoTo di level terendah Rp50 dan volume perdagangan yang rendah, bukan karena kinerja perusahaan.
Kinerja GoTo pada kuartal kedua justru mencatatkan laba bersih dua kuartal berturut-turut sebesar Rp252 miliar dengan pendapatan bersih Rp5,7 triliun. EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat hingga menembus Rp1 triliun untuk pertama kalinya. Perseroan tetap on-track mencapai pedoman kinerja tahunan dengan EBITDA grup yang disesuaikan Rp3,2-3,4 triliun. GoTo akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI dan fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.
Selain GOTO, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga dikeluarkan dari Indeks Standar Global MSCI, namun dimasukkan ke MSCI Global Small Cap Indexes. GOTO masih tercatat dalam indeks utama Bursa Efek Indonesia, yaitu LQ45, IDX30, IDX80, dan KOMPAS100, yang menjadi acuan investor dan manajer investasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 03.34
GoTo Buka Suara Usai Didepak dari Indeks MSCI, Ungkap Alasan dan Kinerja Keuangan
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 19.00
Respons Danantara usai Saham GOTO Didepak MSCI
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 12.10
GoTo Bersuara usai Saham Keluar dari Indeks MSCI
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 11.37
GOTO soal Pengumuman MSCI: Ini Kabar yang Tak Menyenangkan
Berita terkait
GOTO Makin Terperosok Usai Era Gocap Berakhir, Ini Kata Manajemen
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 13.16
Harga Saham Nyungsep di Bawah Gocap, GOTO Buka Suara
Detik.com · 28 September 2026 pukul 10.43
Saham GOTO ARB Dua Hari Berturut-turut, Kini Bertengger di Rp37
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.40
IHSG Ambruk 1,51%, BEI Bantah Aturan Rp1 Jadi Biang Kerok
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 20.05